(Versi 1)
Ketika secerah cahaya membelah nusantara
Angan dan khayal terus menyeret membenamkan
hingga terkikis habis nurani ini
terbungkus masa lalu semangat bersatu telah membantu
Tak beranjak tetapi memilih menyambut mimpi
Itulah kami saat ini
Ajari aku
Menghangatkan cakrawala hati pancarkan hati pancarkan nuur ilahi
Tembus tembok dan tirai kejujuran
Hancur luluh lantahkan kepalsuan
Hancur luluh lantahkan kemunafikan
Hancur luluh lantahkan keegoisan
Hancur luluh lantahkan kebengisan
Tanpa harus tumpahkan darah air mata sesama
Ajari aku
berdiri dengan arif di atas duri-duri iri
Karena tusukannya bisa membuat terlempar terkupas
Terbanting di dinding jemuji besi
Sakitnya sampai Sabang Merauke
Ajari aku
Menerkam seperti serigala belantara
Tanpa sisahan rasa iba
Terhadap siapa saja yang mencoba upeti
atau siapa saja yang mengelabuhi
bahkan orang-orang yang berspekulasi
yang hanya untungkan perut sendiri
Tanpa nurani injak rakyat jelata
atas nama aspirasi
Ajari aku
Agar tidak anarkis terseret emosi
ke negeri entah berantah
Yang pengnasanya saling makan saudara
Yang pemimpinnya saling memamerkan atas nama kekuasaan
Yang rakyatnya suka hisap ganja mariyana
Yang pemudanya suka menenggak oplosan
Air mata sudah kering kerontang
Tutur kata sudah membanjir
Doa nihil tanpa hasil
Ajari aku
Menelan sabar tawakal
Jadi darah dalam nadi negeri ini
Ajari Aku
-----
-----
Ya Alloh
Hii welcome to my blogger. There are my collections of my writing. Happy reading may be useful :)
Translate
Kamis, 21 April 2016
Minggu, 10 April 2016
SOBAT
Alunan suara merdu
Temani hariku
Sejuk embun kala pagi
Sejukan hidup ini
Sinar mentari muncul
Hangatkan hari-hari ku
Semua itu kau miliki, Sob
Kau hiasi hidupku
Kala pagi sampai
petang
Tak ada titik
Walau waktu terus
berputar menerjang
Tak berhenti
Sob, kau temani aku
slalu
Kala duka maupun suka
Tak pernah bosan
Selalu ada Senyum
Tak lupan canda tawa
Selalu ada kepedihan
Terlukiskan air mata
Sobat sejatiku
Takan pernah jauh dariku
Entah masalah datang berliku
Dia takan kabur
Dia selalu warnai
hidupku
Keceriaannya
keceriaanku
Rintangan tak lunak
Kita lalui bersama
Saling bagi kisah kehidupan
Saling bagi kisah kehidupan
Walau angkatan tlah pisahkan
Dan waktu jua
Kau tetap My Best Friend 4ever
(pernah dimuat dalam majalah MOP )
![]() |
| (Nur Aulia Elgietasari, Diana Wahyu Setyowati, Dwi Ari Ambarwati) |
Sabtu, 09 April 2016
TANAH AIR KU
Di sini ku dilahirkan
Di sini ku dibesarkan
Di sini ku berada
Di bumi pertiwi ini ku berpijak
Negri Nan elok
Hijau permai nan damai
Biru samudra membentang
Coklat luas daratan
Macam Adatnya
Macam Budayanya
Macam Bahasanya
Macam Sukunya
Berbeda-beda tetap satu jua
Merah Putih
Benderanya
Garuda Lambangnya
UUD'45
konstitusinya
Jakarta
Ibukotanya
Tanah kelahiran
Tanah Pengabdian
Tanah Kebanggaan
Indonesia
Rakyat nan
makmur
Laksana
penuh sebongkah berlian
Pertahankan
kejujuran dan keadilan
Demi
Indonesia !
Jayalah Indonesiaku
Selalu
(Pernah dimuat di Majalah MOP 2015)
PAHLAWAN INDONESIA
Kemerdekaan yang telah diberikan
Berawal dari semua pengorbananmu
Dari keikhlasan dan semangatmu
Kusuma bangsa
Kau petaruhkan jiwa dan raga
Tuk pertahankan Indonesia
Bambu runcing senjatanya
Dengan siasat gerilya
Kau tak pernah putus asa
Tancapkan kemauan tuk Merdeka
Yang takkan pernah padam
Laksana lilin terangi kegelapan
Tubuhmu yang bersimbah darah
Tak kau hiraukan
Hingga peluru tembus di kulitmu
Berawal dari semua pengorbananmu
Dari keikhlasan dan semangatmu
Kusuma bangsa
Kau petaruhkan jiwa dan raga
Tuk pertahankan Indonesia
Bambu runcing senjatanya
Dengan siasat gerilya
Kau tak pernah putus asa
Tancapkan kemauan tuk Merdeka
Yang takkan pernah padam
Laksana lilin terangi kegelapan
Tubuhmu yang bersimbah darah
Tak kau hiraukan
Hingga peluru tembus di kulitmu
(Dimuat dalam majalah MOP 2016 )
Langganan:
Komentar (Atom)

