Translate

Kamis, 21 April 2016

Ajari Aku

(Versi 1)
Ketika secerah cahaya membelah nusantara
Angan dan khayal terus menyeret membenamkan
hingga terkikis habis nurani ini
terbungkus masa lalu semangat bersatu telah membantu
Tak beranjak tetapi memilih menyambut mimpi
Itulah kami saat ini
        Ajari aku
        Menghangatkan cakrawala hati pancarkan hati pancarkan nuur ilahi
        Tembus tembok dan tirai kejujuran
        Hancur luluh lantahkan kepalsuan
        Hancur luluh lantahkan kemunafikan
        Hancur luluh lantahkan keegoisan
        Hancur luluh lantahkan kebengisan
        Tanpa harus tumpahkan darah air mata sesama
Ajari aku
berdiri dengan arif di atas duri-duri iri
Karena tusukannya bisa membuat terlempar terkupas
Terbanting di dinding jemuji besi
Sakitnya sampai Sabang Merauke
        Ajari aku
        Menerkam seperti serigala belantara
        Tanpa sisahan rasa iba
        Terhadap siapa saja yang mencoba upeti
        atau siapa saja yang mengelabuhi
        bahkan orang-orang yang berspekulasi
        yang hanya untungkan perut sendiri
        Tanpa nurani injak rakyat jelata
        atas nama aspirasi
Ajari aku
Agar tidak anarkis terseret emosi
ke negeri entah berantah
Yang pengnasanya saling makan saudara
Yang pemimpinnya saling memamerkan atas nama kekuasaan
Yang rakyatnya suka hisap ganja mariyana
Yang pemudanya suka menenggak oplosan
        Air mata sudah kering kerontang
        Tutur kata sudah membanjir
        Doa nihil tanpa hasil
        Ajari aku
        Menelan sabar tawakal
        Jadi darah dalam nadi negeri ini
Ajari Aku
-----
-----
Ya Alloh 

Minggu, 10 April 2016

SOBAT



Alunan suara merdu
Temani hariku
Sejuk embun kala pagi
Sejukan hidup ini
    Sinar mentari  muncul
    Hangatkan hari-hari ku
    Semua itu kau miliki, Sob
    Kau hiasi hidupku
Kala pagi sampai petang
Tak ada titik
Walau waktu terus berputar menerjang
Tak berhenti 
    Sob, kau temani aku
    slalu
    Kala duka maupun suka
    Tak pernah bosan
Selalu ada Senyum
Tak lupan canda tawa
Selalu ada kepedihan
Terlukiskan air mata
    Sobat sejatiku
    Takan pernah jauh dariku
    Entah masalah datang berliku
    Dia takan kabur
Dia selalu warnai hidupku
Keceriaannya keceriaanku
Rintangan tak lunak
Kita lalui bersama
     Saling bagi kisah kehidupan
     Walau angkatan tlah pisahkan
     Dan waktu jua
     Kau tetap My Best Friend 4ever

(pernah dimuat dalam majalah MOP )


(Nur Aulia Elgietasari, Diana Wahyu Setyowati, Dwi Ari Ambarwati)

Sabtu, 09 April 2016

TANAH AIR KU



Di sini ku dilahirkan
Di sini ku dibesarkan
Di sini ku berada
Di bumi pertiwi ini ku berpijak
   Negri Nan elok
   Hijau permai nan damai
   Biru samudra membentang
   Coklat luas daratan
Macam Adatnya
Macam Budayanya
Macam Bahasanya
Macam Sukunya
Berbeda-beda tetap satu jua
    Merah Putih Benderanya
    Garuda Lambangnya
    UUD'45 konstitusinya
    Jakarta Ibukotanya
 Tanah kelahiran
 Tanah Pengabdian
 Tanah Kebanggaan
 Indonesia
     Rakyat nan makmur
     Laksana penuh sebongkah berlian
     Pertahankan kejujuran dan keadilan
     Demi Indonesia !
Jayalah Indonesiaku
Selalu

(Pernah dimuat di Majalah MOP 2015)

PAHLAWAN INDONESIA



Kemerdekaan yang telah diberikan
Berawal dari semua pengorbananmu
Dari keikhlasan dan semangatmu
     Kusuma bangsa
     Kau petaruhkan jiwa dan raga
     Tuk pertahankan Indonesia
Bambu runcing senjatanya
Dengan siasat gerilya
Kau tak pernah putus asa
      Tancapkan kemauan tuk Merdeka
      Yang takkan pernah padam
      Laksana lilin terangi kegelapan
Tubuhmu yang bersimbah darah
Tak kau hiraukan
Hingga peluru tembus di kulitmu

(Dimuat dalam majalah MOP 2016 )