Berjalan menyusuri relung hati. Terpaku pada lubuk hati . Wahai Sang penjaga hati jagalah hati ini
bebaskan dari rasa bersalah. Jauh dari relung sukma ku langkahkan niat tuk
menjaga karunia ini.
Kau yang mendekat semakin mendekat maka aku akan menjauh
atau bahkan semakin menjauh.
Ku lakukan karna aku ingin mejaga karunia ini. Aku tak mau
kau dan aku atau kita terluka.
Aku tau kau yang sayang padaku, aku tau kau yang menjaga aku
dari jauh, aku pun merasakan lantunan doa yang kau panjatkan, rasa itu memang ada.
Kesalahpahaman diantara kau dan aku membuat hatiku menjadi
gundah . Bagaikan kayu yang terbakar oleh api begitulah perasaanku meluap.
Dengan sabar dan jujur kau menerangkan dengan tulusnya . Tak
mudah ku percaya, tapi kau ungkapkan
dengan nyata. Akupun percaya.
Apa aku terlalu khawatir ketika aku akan takut kehilanganmu?
Atau karunia ini yang begitu dalam kepada mu ?
Oh Sang Maha Pemilik Hati teguhkan aku di atas agama-Mu.
Oh Sang Maha Pemilik Hati teguhkan aku di atas agama-Mu.
Syair syair tak mampu menjelaskannya
Lagu merdu tak dapat mengkiaskannya
Telah lama aku jauh menghilang darinya
Kini aku merindukan sosoknya.
**
Disapanya membuat karunia ini bersemi kembali
Hati ini tak mampu membendung derasnya rindu seakan telah
tergali
Tatapan mataku hanya tertunduk malu tak mampu aku menatapnya
Seakan memang benar hati tak dapat berbohong ketika mulut
berbicara
Ketika diam membisu mata berbinar jujur mengatakan
Bahwa memang benar ini adalah karunia yang harus dijaga
Walaupun dalam diam dengan alunan doa.


