(Versi 1)
Ketika secerah cahaya membelah nusantara
Angan dan khayal terus menyeret membenamkan
hingga terkikis habis nurani ini
terbungkus masa lalu semangat bersatu telah membantu
Tak beranjak tetapi memilih menyambut mimpi
Itulah kami saat ini
Ajari aku
Menghangatkan cakrawala hati pancarkan hati pancarkan nuur ilahi
Tembus tembok dan tirai kejujuran
Hancur luluh lantahkan kepalsuan
Hancur luluh lantahkan kemunafikan
Hancur luluh lantahkan keegoisan
Hancur luluh lantahkan kebengisan
Tanpa harus tumpahkan darah air mata sesama
Ajari aku
berdiri dengan arif di atas duri-duri iri
Karena tusukannya bisa membuat terlempar terkupas
Terbanting di dinding jemuji besi
Sakitnya sampai Sabang Merauke
Ajari aku
Menerkam seperti serigala belantara
Tanpa sisahan rasa iba
Terhadap siapa saja yang mencoba upeti
atau siapa saja yang mengelabuhi
bahkan orang-orang yang berspekulasi
yang hanya untungkan perut sendiri
Tanpa nurani injak rakyat jelata
atas nama aspirasi
Ajari aku
Agar tidak anarkis terseret emosi
ke negeri entah berantah
Yang pengnasanya saling makan saudara
Yang pemimpinnya saling memamerkan atas nama kekuasaan
Yang rakyatnya suka hisap ganja mariyana
Yang pemudanya suka menenggak oplosan
Air mata sudah kering kerontang
Tutur kata sudah membanjir
Doa nihil tanpa hasil
Ajari aku
Menelan sabar tawakal
Jadi darah dalam nadi negeri ini
Ajari Aku
-----
-----
Ya Alloh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar