Ini adalah tahun terakhir kami di Sekolah ini. Pagi cerah matahari bersinar menyambut seragam putih biru ku. Langkah ku perlahan setapak demi setapak langkah berjalan menuju ruang kelas. Nine Bhe. Yaaa, 9B kelas ku. "Pagi ku cerah ku, matahari bersinar..." ya mungkin lagu itu yang terus terngiang dalam suasana pagi ini. Kali ini Upacara bendera dilaksanakan di Lapangan Upacara seperti biasa. Petugas Upacara pun sudah bersiap untuk melaksanakan tugasnya. Bel berdenting pertandakan Upacara Bendera siap dimulai. Semua siswa pun berkumpul di lapangan untuk melaksanakan Upacara Bendera. Setelah Upacara Bendera telah selesai dilanjutkan pelajaran seperti biasa. Sudah menjadi sarapan bagi murid-murid, terlebih khususnya siswa-siswi 9B. Kelas yang tadinya teduh dengan pohon bringin yang sekarang sudah tiada. Yang tadinya tempat santai untuk tempat duduk manja sekarang sudah menghilang. Perlahan apa yang ada menghilang begitu saja. Namun semangat ku tidak akan luntur berjuang untuk menghadapai Ujian Nasional. Terkadang hari-hari ku menjadi gugup ketika try out ujian dimulai. Terkadang sikap prihatin terhadap hasil akhir try out begitu menegangkan. Rasanya nilaiku seperti roller coaster naik-turun. Yaaa begitulah.
"Ahh siang ini terasa terik" kata ku. Kusenderkan beban ini di jendela dekat kursi ku. Ku pilih kursi bersanding dekat jendela agar angin dapat menyapa ku. Terkadang duduk dibawah kipas angin menjadi pilihan ku untuk dapat menikmati sepoi angin yang menyapa. Sembari mendengarkan pelajaran yang sedang berlangsung. Mata Pelajaran sili berganti, bapak-ibu guru bergantian mengajar . Tak terasa ini adalah mata pelajaran terakhir. Bel berbunyi tanda waktunya pulang . Setelah pulang sekolah aku pun bersiap untuk kembali ke sekolah untuk berangkat Les. Bimbingan pelajaran tambahan untuk persiapan Ujian Nasional. Yaaa, lagi-lagi ujian nasional. Suasana Sore yang menyapa. Tawa, canda, riang yang ada membuat tambahan pelajaran tak terasa. Yaaa, hari-hari ku selalu seperti itu. Berulang kembali.
Dan akhirnya waktu UN semua murid dalam keadaan tenang dan agak resah. Perlahan ku isi LJK ku dengan penuh teliti. Hingga akhirnya tiba pengumuman 10 besar terbaik UN, tepat dihari itu diriku menangis sedih karena gagalnya diriku untuk masuk 10 besar terbaik. Rasanya benar-benar hancur. Tetapi syukurlah nilaiku masih diatas rata-rata 8 koma. Masih ada harapan untuk melanjutkan ke SMA Negeri. Akhir dari sebuah nilai ini akan menentukan masa depan yang baru.
Mirip kisahku, alumni 9B, nilainya juga 8, dan ga ikut 10 besar juga
BalasHapusWahh bagus ceritanya ,menarik♥️
BalasHapus