Bipolar,
Aku tak tahu apa itu bipolar?
Aku hanya seorang pasien awam
yang tak tahu apa-apa. Sering kali ibu ku berkata bahwa aku kekurangan garam,
entahlah~
Dokter hanya mengatakan gangguan moods yang tidak stabil. Terkadang aku
memiliki semangat yang membara bahkan seakan memiliki cita-cita diluar
bayangan. Seakan berhalusinasi dalam fantasinya. Anehnya ketika bicara
intonasiku tidak dapat terkontrol. Ketika aku merasa senang maka kecepatan
berbicaraku tidak terbendung, kalian tahu kan kereta api di Jepang itu
kecepatannya seperti apa? Coba bayangkan. Betapa mengerikannya jika lepas
kendali, lama-lama bisa jadi gelandangan di pinggir jalan. Hadeuh~
Dokter andalanku adalah Dokter
Nurmi, beliau adalah sesosok dokter wanita yang ramah dan asyik. Sebagai
seorang pasien aku merasa nyaman dan aman bila berkonsultasi dengan beliau.
Adapun Psikolog yang menjadi andalanku sejak SMP adalah Bu Yulaida yang selalu
ceria dan siap menemani dan mendengarkan keluh kesah ku.
Masalalu biarlah masalalu. Cerita
ini akan sedikit berliku dan membuat terharu. Jungkir-balik seorang pasien muda
untuk bertahan ditengah badai perasaan yang naik turun. Saat kalimat ini
ditulis, aku sudah meyelesaikan study S1-Pariwisataku di kampus Sekolah Tinggi
Pariwisata Ambarrukomo, Yogyakarta. Aku merasa bersyukur bahwa dapat
menyelesaikan study ku dengan IPK 3,67. Tenntunya semua ini karena dorongan
orang tua dan keluarga serta support
system yang luar biasa. Terima kasih kepada Tuhan dan semua yang terlibat
dalam hidup ini. Mereka semua adalah support
system terbaik ku. Tentunya aku akan terus bersyukur dengan keadaan yang
seperti apapun karena mereka telah menemaniku selama perjuangan melawan moods yang naik turun. Mereka tempat
curhat dan tempat mencari solusi masalah yang ada. Selain itu kehadiran Tuhan
yang senantiasa memberikan kesehatan untuk dapat bertahan sampai detik ini
adalah karunia yang tak ternilai harganya. Hanya Alhamdulillah yang terucap, Praises
to Alloh SWT.
Dear
2022, hidupku
mulai berwarna. Tuntas sudah pendidikan kuliah ku. Aku bangga kepada diriku
yang mampu bertanggung jawab atas piihanku sendiri. Memilih jurusan kuliah dan
kampus sesuka hati. Menaruh kepercayaan untuk menimba ilmu di STIPRAM
Yogyakarta. Hingga menjadi seorang Sarjana Pariwisata. Namun, tiba-tiba badai
datang. Seakan tanggung jawab ini belum terselesaikan. Dimana fase transisi
dari seorang mahasiswa menjadi pencari Kerja. Dimana usaha sana-sini, mendaftar
lowongan pekerjaan dan mencoba mendaftar berbagai beasiswa pun dilakukan. Demi
menghindari menjadi seorang pengangguran. Malu rasanya terhadap diri sendiri,
memiliki gelar tetapi tidak bisa memanfaatkan ilmu yang didapat ketika menempuh
pendidikan di Kampus. Yaaa, buat teman-teman yang udah melewati fase ini,
mungkin sudah tau rasanya jadi pengangguran. Gak punya duit, pengen beli
ini-itu, kek rasanya seperti orang gak guna. Yaa begitulah dalam benak ku. Moods ku semakin naik turun. Akhirnya
aku putuskan untuk berkonsultasi dengan Bu Yulaida. Aku ceritakan keluh kesahku
dan kekhawatiranku. Secepat mungkin beliau memberikan arahan dan solusi
kepadaku. Beliau memberikan solusi untuk tetap produktif. Menjadi orang yang
dapat bermanfaat dengan cara menulis. Yaa benar sekali. Aku juga suka menulis.
Aku juga memiliki blog pribadi di blogspot dengan alamat nurauliaelgietasari.blogspot.com,
aku harap teman-teman mau mampir membaca disana. Lalu aku putuskan untuk
membuat cerita perjalananku melalui cerita pendek yang insya Alloh, jika Alloh
mengizinkan akan menjadi sebuah buku yang bermanfaat bagi pembaca. Khususnya
orang tua dalam mendidik dan menjaga anaknya dari kesehatan mental. Selain itu
juga bisa berbagi kepada pasien bipolar lainnya untuk tidak takut bermimpi
dalam mengapai cita-cita. Walaupun aku terdiagnosis sebagai pasien bipolar, aku
akan tetap menggali personal branding
yang aku punya untuk menutupi kekuranganku. Aku yakin bahwa setiap orang pasti
memiliki kekuarangan dan kelebihannya masing-masing. Jadi, aku pikir yuk
semangat! Seperti apa kondisi kita sekarang, mari pengapai mimpi. Jangan takut
bermimpi. Jika kamu punya mimpi, gantungkan setinggi langit dan buktikan dengan
usaha, tak lupa sertai dengan doa. Jika memang Tuhan sudah berkehendak maka,
mimpi itu akan menjadi milikmu. Kita tidak bisa menduga-duga anugerah apa yang
akan datang kepada kita. Tuhan Maha Adil. Tuhan akan menunjukan jalan pilihan
terbaiknya.
Saat ini pikiranku terfokus pada
bagaimana caranya ilmu pariwisata yang aku punya dapat bermanfaat bagi Kebumen.
Aku ingin sekali rasanya mengabdikan diri di Disparbud Kebumen. Kalian tau
seperti apa niat ku ? saat dibangku kuliah aku mengabiskan waktu magangku
kurang lebih magang/ internship selama 7 bulan di Instansi Pemerintahan
Pariwisata. Padahal maksimal kampus memberikan waktu magang hanya selama 6
bulan, tetapi aku menambahkan sisa waktu perkuliahan ku untuk mengahabiskan di
Disporapar Jateng selama 1 bulan di bidang SDM Parekraf. Yang sebelumnya aku
magang di Disparbud Kebumen selama 3 bulan pertama di bidang Pengembangan dan 3
bulan di Bidang Kebudayaan. Aku bahkan merelakan magang ku untuk tidak
mengambil magang di Industri Pariwisata. Setelah lulus aku agak sedikit kecewa.
Karena ternyata Instansi Pemerintah Kebumen hanya membuka lowongan pekerjaan
melalui jalur CPNS. Saat ini aku merasa harus banting stir, bekerja tidak harus
di Instansi Pemerintah. Aku juga bisa menjadi Young Entrepreneur yang bisa
menciptakaan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Membantu orang lain dalam
meningkatkan kualitas SDM yang lebih baik. Dengan Ilmu pariwisata yang aku
punya aku dapat terjun bebas mendalamai pengembangan SDM di Kebumen. Menurutku
hal yang paling penting di Kebumen untuk menuju Pariwisata Kebumen ditaraf
internasional adalah SDM –nya yang berkualitas. Sebagai lulusan Sarjana
Pariwisata akan lebih nyata jika aku mampu berkontribusi untuk desaku yang
tercinta. Membuat Desa Wisata yang layak dikunjungi wisatawan mancanegara.
Adanya Kampung Jawa Kebumen, merupakan salah satu destinasi wisata edukasi
masyarakat yang mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk belajar
Kebudayaan Jawa. Hal ini bisa dikembangkan bersama masyarakat local dan bekerja
sama dengan Disparbud Kebumen. Bagaimana aku akan mewujudkan cita-cita ini?
Apakah akan terwujud? Atau setidaknya di dukung oleh pihak Pemerintah Desa.
Harapannya begitu.
Dear 2023, pergantian tahun
sebentar lagi. Namun aku masih sama. Masih seperti ini aja. Revolusiku untuk
mendaftar Beasiswa GKS semakin bulat. Aku rajin berlatih menulis Hangeul,
mendengarkan Kpop, menambah vocab, dan berlatih sentences berserta grammar dan
kawan-kawannya. Ambisiku untuk dapat diterima melalui Beasiswa GKS semakin
tinggi. Niatku semakin tekad untuk mewujudkannya. Di tahun ini aku ingin
mengunjungi Korea Selatan. Temanku akan wisuda. Yaaa, aku punya teman yang
sedang berkuliah di Hanyang University. Aku ingin menghadiri wisudanya
sekaligus holiday mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Korea Selatan dan
mencoba pakaian Tradisional Hanbok. Hanyang University juga merupakan salah
satu kampus yang memiliki program studi Pariwisata. Yaa, sekalian main,
sekalian nengokin calon kampus kan yaaa. Hehe.
Dear, 2024.
Usiaku sudah
benar-benar menginjak dewasa. Aku bahkan berpikir umurku sudah cukup untuk
menikah. Entahlah~
Yang
kupikirkan saat ini hanyalah Pendidikan, karir, dan kebahagiaan. Aku bahkan
belum berpikir menikah diusia 24 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan Tuhan
akan memberikan keajaibannya. Sebagai perempuan biasanya hanya menunggu
lamaran. Namun, aku pun memiliki kriteria spek Idaman Idol. Haha . Mungkin ini
halu. Tetapi menikah bagiku hanya sekali seumur hidup. Hanya ketika menemukan
orang yang satu visi dan misilah yang akan menjadi prioritas.
Dear
Oppa, jika oppa baca ini. Artinya oppa adalah orang yang instimewa bagiku. Kita
sebelumnya tidak saling mengenal. Banyak sekali perbedaan diantara kita.
Kepercayaan, Negara, Bahasa, dan bahkan budaya kita berbeda. Namun kita
disatukan dengan bulan kelahiran yang sama,jelas umur yang sama, suka makanan
pedas, pekerja keras, selera humor yang sama, nyambung saat ngobrol. Yaaa,
walupun sekedar teman online. Tetapi, aku beruntung bisa berteman di dunia maya
dengan oppa. Hidupku seakan ada pelangi yang selalu berwarna. Seperti matahari
yang selalu bersinar terang di langit. You’re
my shunsine~ . Umur kita memang sama. Tetapi sikap dan perilaku oppa sudah
dewasa, ibarat kata dalam bahasa Jawa, Oppa bisa ngemong adeknya. Beruntung sekali aku bisa bertemu online dengan
oppa. Akan beruntung kelak jika seseorang yang akan menjadi istrimu kelak.
Gadis itu pasti akan bahagia. Karena memiliki Oppa yang begitu perhatian dan
pekerja keras.
Harapan dan cita-cita berpusat menjadi keinginan tahun ini. Semoga apa yang akan dicita-citakan akan menjadi kenyataan.
--------------------------------------------------- to be continued

Tidak ada komentar:
Posting Komentar