Translate

Senin, 02 Januari 2023

Dear Twenty Twenty Three

 

(Untuk kalian yang ingin membaca diary keseharian bisa mengunjungi Wattpad dengan mencari judul dan sampul seperti diatas. Insya Alloh setiap minggu update story)

*Happy Reading*

Bipolar,

Aku tak tahu apa itu bipolar?

Aku hanya seorang pasien awam yang tak tahu apa-apa. Sering kali ibu ku berkata bahwa aku kekurangan garam, entahlah~

Dokter hanya mengatakan gangguan moods yang tidak stabil. Terkadang aku memiliki semangat yang membara bahkan seakan memiliki cita-cita diluar bayangan. Seakan berhalusinasi dalam fantasinya. Anehnya ketika bicara intonasiku tidak dapat terkontrol. Ketika aku merasa senang maka kecepatan berbicaraku tidak terbendung, kalian tahu kan kereta api di Jepang itu kecepatannya seperti apa? Coba bayangkan. Betapa mengerikannya jika lepas kendali, lama-lama bisa jadi gelandangan di pinggir jalan. Hadeuh~

Dokter andalanku adalah Dokter Nurmi, beliau adalah sesosok dokter wanita yang ramah dan asyik. Sebagai seorang pasien aku merasa nyaman dan aman bila berkonsultasi dengan beliau. Adapun Psikolog yang menjadi andalanku sejak SMP adalah Bu Yulaida yang selalu ceria dan siap menemani dan mendengarkan keluh kesah ku.

Masalalu biarlah masalalu. Cerita ini akan sedikit berliku dan membuat terharu. Jungkir-balik seorang pasien muda untuk bertahan ditengah badai perasaan yang naik turun. Saat kalimat ini ditulis, aku sudah meyelesaikan study S1-Pariwisataku di kampus Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukomo, Yogyakarta. Aku merasa bersyukur bahwa dapat menyelesaikan study ku dengan IPK 3,67. Tenntunya semua ini karena dorongan orang tua dan keluarga serta support system yang luar biasa. Terima kasih kepada Tuhan dan semua yang terlibat dalam hidup ini. Mereka semua adalah support system terbaik ku. Tentunya aku akan terus bersyukur dengan keadaan yang seperti apapun karena mereka telah menemaniku selama perjuangan melawan moods yang naik turun. Mereka tempat curhat dan tempat mencari solusi masalah yang ada. Selain itu kehadiran Tuhan yang senantiasa memberikan kesehatan untuk dapat bertahan sampai detik ini adalah karunia yang tak ternilai harganya. Hanya Alhamdulillah yang terucap, Praises to Alloh SWT.

Dear 2022, hidupku mulai berwarna. Tuntas sudah pendidikan kuliah ku. Aku bangga kepada diriku yang mampu bertanggung jawab atas piihanku sendiri. Memilih jurusan kuliah dan kampus sesuka hati. Menaruh kepercayaan untuk menimba ilmu di STIPRAM Yogyakarta. Hingga menjadi seorang Sarjana Pariwisata. Namun, tiba-tiba badai datang. Seakan tanggung jawab ini belum terselesaikan. Dimana fase transisi dari seorang mahasiswa menjadi pencari Kerja. Dimana usaha sana-sini, mendaftar lowongan pekerjaan dan mencoba mendaftar berbagai beasiswa pun dilakukan. Demi menghindari menjadi seorang pengangguran. Malu rasanya terhadap diri sendiri, memiliki gelar tetapi tidak bisa memanfaatkan ilmu yang didapat ketika menempuh pendidikan di Kampus. Yaaa, buat teman-teman yang udah melewati fase ini, mungkin sudah tau rasanya jadi pengangguran. Gak punya duit, pengen beli ini-itu, kek rasanya seperti orang gak guna. Yaa begitulah dalam benak ku. Moods ku semakin naik turun. Akhirnya aku putuskan untuk berkonsultasi dengan Bu Yulaida. Aku ceritakan keluh kesahku dan kekhawatiranku. Secepat mungkin beliau memberikan arahan dan solusi kepadaku. Beliau memberikan solusi untuk tetap produktif. Menjadi orang yang dapat bermanfaat dengan cara menulis. Yaa benar sekali. Aku juga suka menulis. Aku juga memiliki blog pribadi di blogspot dengan alamat nurauliaelgietasari.blogspot.com, aku harap teman-teman mau mampir membaca disana. Lalu aku putuskan untuk membuat cerita perjalananku melalui cerita pendek yang insya Alloh, jika Alloh mengizinkan akan menjadi sebuah buku yang bermanfaat bagi pembaca. Khususnya orang tua dalam mendidik dan menjaga anaknya dari kesehatan mental. Selain itu juga bisa berbagi kepada pasien bipolar lainnya untuk tidak takut bermimpi dalam mengapai cita-cita. Walaupun aku terdiagnosis sebagai pasien bipolar, aku akan tetap menggali personal branding yang aku punya untuk menutupi kekuranganku. Aku yakin bahwa setiap orang pasti memiliki kekuarangan dan kelebihannya masing-masing. Jadi, aku pikir yuk semangat! Seperti apa kondisi kita sekarang, mari pengapai mimpi. Jangan takut bermimpi. Jika kamu punya mimpi, gantungkan setinggi langit dan buktikan dengan usaha, tak lupa sertai dengan doa. Jika memang Tuhan sudah berkehendak maka, mimpi itu akan menjadi milikmu. Kita tidak bisa menduga-duga anugerah apa yang akan datang kepada kita. Tuhan Maha Adil. Tuhan akan menunjukan jalan pilihan terbaiknya.

Saat ini pikiranku terfokus pada bagaimana caranya ilmu pariwisata yang aku punya dapat bermanfaat bagi Kebumen. Aku ingin sekali rasanya mengabdikan diri di Disparbud Kebumen. Kalian tau seperti apa niat ku ? saat dibangku kuliah aku mengabiskan waktu magangku kurang lebih magang/ internship selama 7 bulan di Instansi Pemerintahan Pariwisata. Padahal maksimal kampus memberikan waktu magang hanya selama 6 bulan, tetapi aku menambahkan sisa waktu perkuliahan ku untuk mengahabiskan di Disporapar Jateng selama 1 bulan di bidang SDM Parekraf. Yang sebelumnya aku magang di Disparbud Kebumen selama 3 bulan pertama di bidang Pengembangan dan 3 bulan di Bidang Kebudayaan. Aku bahkan merelakan magang ku untuk tidak mengambil magang di Industri Pariwisata. Setelah lulus aku agak sedikit kecewa. Karena ternyata Instansi Pemerintah Kebumen hanya membuka lowongan pekerjaan melalui jalur CPNS. Saat ini aku merasa harus banting stir, bekerja tidak harus di Instansi Pemerintah. Aku juga bisa menjadi Young Entrepreneur yang bisa menciptakaan lapangan pekerjaan untuk orang lain. Membantu orang lain dalam meningkatkan kualitas SDM yang lebih baik. Dengan Ilmu pariwisata yang aku punya aku dapat terjun bebas mendalamai pengembangan SDM di Kebumen. Menurutku hal yang paling penting di Kebumen untuk menuju Pariwisata Kebumen ditaraf internasional adalah SDM –nya yang berkualitas. Sebagai lulusan Sarjana Pariwisata akan lebih nyata jika aku mampu berkontribusi untuk desaku yang tercinta. Membuat Desa Wisata yang layak dikunjungi wisatawan mancanegara. Adanya Kampung Jawa Kebumen, merupakan salah satu destinasi wisata edukasi masyarakat yang mampu menarik minat wisatawan mancanegara untuk belajar Kebudayaan Jawa. Hal ini bisa dikembangkan bersama masyarakat local dan bekerja sama dengan Disparbud Kebumen. Bagaimana aku akan mewujudkan cita-cita ini? Apakah akan terwujud? Atau setidaknya di dukung oleh pihak Pemerintah Desa. Harapannya begitu.

Dear 2023, pergantian tahun sebentar lagi. Namun aku masih sama. Masih seperti ini aja. Revolusiku untuk mendaftar Beasiswa GKS semakin bulat. Aku rajin berlatih menulis Hangeul, mendengarkan Kpop, menambah vocab, dan berlatih sentences berserta grammar dan kawan-kawannya. Ambisiku untuk dapat diterima melalui Beasiswa GKS semakin tinggi. Niatku semakin tekad untuk mewujudkannya. Di tahun ini aku ingin mengunjungi Korea Selatan. Temanku akan wisuda. Yaaa, aku punya teman yang sedang berkuliah di Hanyang University. Aku ingin menghadiri wisudanya sekaligus holiday mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Korea Selatan dan mencoba pakaian Tradisional Hanbok. Hanyang University juga merupakan salah satu kampus yang memiliki program studi Pariwisata. Yaa, sekalian main, sekalian nengokin calon kampus kan yaaa. Hehe.

Dear, 2024. 

Usiaku sudah benar-benar menginjak dewasa. Aku bahkan berpikir umurku sudah cukup untuk menikah. Entahlah~

Yang kupikirkan saat ini hanyalah Pendidikan, karir, dan kebahagiaan. Aku bahkan belum berpikir menikah diusia 24 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan Tuhan akan memberikan keajaibannya. Sebagai perempuan biasanya hanya menunggu lamaran. Namun, aku pun memiliki kriteria spek Idaman Idol. Haha . Mungkin ini halu. Tetapi menikah bagiku hanya sekali seumur hidup. Hanya ketika menemukan orang yang satu visi dan misilah yang akan menjadi prioritas.

Dear Oppa, jika oppa baca ini. Artinya oppa adalah orang yang instimewa bagiku. Kita sebelumnya tidak saling mengenal. Banyak sekali perbedaan diantara kita. Kepercayaan, Negara, Bahasa, dan bahkan budaya kita berbeda. Namun kita disatukan dengan bulan kelahiran yang sama,jelas umur yang sama, suka makanan pedas, pekerja keras, selera humor yang sama, nyambung saat ngobrol. Yaaa, walupun sekedar teman online. Tetapi, aku beruntung bisa berteman di dunia maya dengan oppa. Hidupku seakan ada pelangi yang selalu berwarna. Seperti matahari yang selalu bersinar terang di langit. You’re my shunsine~ . Umur kita memang sama. Tetapi sikap dan perilaku oppa sudah dewasa, ibarat kata dalam bahasa Jawa, Oppa bisa ngemong adeknya. Beruntung sekali aku bisa bertemu online dengan oppa. Akan beruntung kelak jika seseorang yang akan menjadi istrimu kelak. Gadis itu pasti akan bahagia. Karena memiliki Oppa yang begitu perhatian dan pekerja keras.

Harapan dan cita-cita berpusat menjadi keinginan tahun ini. Semoga apa yang akan dicita-citakan akan menjadi kenyataan.

--------------------------------------------------- to be continued

Tidak ada komentar:

Posting Komentar